Organisasi

Selayang Pandang

 I. Latar Belakang

Kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara bukanlah semata – mata hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga sangat  diperlukan kemandirian masyarakat dalam menciptakan terobosan baru pada peluang usaha diberbagai bidang atau sektor dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang secara prospektif mempunyai nilai tambah ekonomis yang tinggi.

Potensi sumber daya alam dan klimatologi Indonesia sangat cocok untuk pengembangan berbagai macam sektor usaha agrobis, termasuk salah satunya adalah sektor perikanan.

Salah satu potensi sektor perikanan yang memiliki keunggulan kompetitif untuk menggerakkan perekonomian nasional adalah komoditas ikan hias, baik ikan hias air laut maupun air tawar, karena sangat potensial sebagai sumber pendapatan masyarakat dan penghasil devisa Negara.

‘Koi’ (Nishikigoi) adalah jenis ikan hias air tawar yang merupakan hasil mutasi genetika yang berlangsung ratusan tahun dari sejenis ikan emas atau karper (Cyprinus carpio), yang telah sangat dikenal oleh masyarakat dunia sebagai The Living Jewel (permata yang hidup) karena memiliki keindahan dan keanekaragaman warna dan jenis serta nilai ekonomisnya yang tinggi dan sangat prospektif untuk dikembangkan dibudidayakan.

Sejak tahun 80-an banyak masyarakat yang telah menjadi hobiis (penggemar) dengan mendatangkan dari negara pengembangnya (koi impor) dan bahkan banyak pula yang telah membudidayakannya (koi local), sehingga sampai saat ini koi telah membentuk suatu fenomena dengan masyarakatnya sendiri.

Berlandaskan rasa untuk mempererat hubungan antar insan per-koi-an di seluruh Indonesia, baik Pedagang (Dealer), Petani Peternak (Breeder), Penggemar (Hobiis) maupun Pemerhati Koi, maka melalui suatu pertemuan 6 Klub Koi (Jakarta Koi Klub, Bandung Koi Klub, Surabaya Koi Klub,  Semarang Koi Klub, Blitar Koi Klub, dan Jogja Koi Club) pada tanggal 10 Oktober 2002, di Semarang dibentuklah suatu organisasi yang diberi nama Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI).

II. Motto

Organisasi ini mempunyai motto : “Forever Friendship and Prosperity" (Persahabatan abadi dan Kemakmuran). Motto tersebut mengandung idealisme bahwa dengan adanya hubungan yang didasarkan atas persahabatan abadi dapat menimbulkan persatuan yang erat antar insan per-koi-an di Indonesia sehingga diharapkan akan menghasilkan sinergi yang positif dan saling menguntungkan semua pihak, yang pada akhirnya dapat menciptakan suatu kemakmuran bagi masyarakat insan Koi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. 

III. Visi 

Asosiasi Pecinta Koi Indonesia sebagai organisasi yang dapat menjadi wadah kegiatan bagi pecinta ikan koi seluruh Indonesia

IV. Misi

Mempersatukan Pecinta Koi seluruh Indonesia dengan saling mengembangkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga akan menghasilkan sumber daya manusia  yang berkualitas yang pada akhirnya bermanfaat bagi pengembangan ikan Koi di Indonesia.

V. Tujuan

1. Meningkatkan persatuan dan persahabatan antar pecinta Ikan Koi di seluruh Indonesia dan luar negeri. 

2. Mengembangkan minat masyarakat untuk memelihara ikan Koi serta lebih jauh mengenal keberadaannya.

3. Mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak Ikan Koi. 

4. Membantu meningkatkan citra Indonesia di dunia Internasional yang pada akhirnya dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

 

Struktur Organisasi

Periode 2016 - 1019

Pelindung     Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Dewan Penasehat

Cheng Kwok Kwai

Ilham Lim

Fajar Surya

Danny H Lianto

Hasan Suratio

Roy A da Costa

Budi Widjaja

   

Ketua Umum

Sugiarto Budiono

   

Ketua 1
Bidang Pembinaan Organisasi

 Lukas Sidharta

Ketua 2
Bidang Budidaya

 Ong Kuswandy

Ketua 3
Bidang Promosi dan Pemasaran

 Soegeng Tjahjono

Ketua 4
Bidang Luar Negeri

 Reynaldo Vidella

Ketua 5
Bidang Sarana dan Prasarana

 Eric Yonathan

Ketua 6
Bidang Hukum, Peraturan

 Zamrullah

   
Sekretaris Jenderal Tri Pujayanto
   
Bendahara Ping Ping